Pihak Manajemen RS sendiri mengklaim tidak terjadi pemecatan terhadap Wine, tapi menyatakan yang terjadi adalah Wine mengundurkan diri. Dari Wine seniri menyatakan dia mengundurkan diri karena terpaksa diakibatkan pelarangan dari pihak Manajemen Rumah Sakit itu sendiri. Kalau melihat kasus tersebut, kita bisa bijak melihat mana yang benar dan mana yang salah. Tentunya tidak akan ada asap kalau tidak ada api dan selalu pihak yang lemahlah selalu dirugikan baik secara materiil (kehilangan pekerjaaannya) dan moril (hak asasinya dalam berjilbab)
Balasanpun terjadi pula terhadap Rumah Sakit tersebut yang nantinya bisa jadi akan membawa dampak kerugian besar bagi Rumah Sakit bersangkutan. SMS berantai yang beredar telah mengajak penerima sms untuk memboikot RS tersebut dan menyebarkan kembali sms tersebut sebanyak-banyaknya kepada yang dikenalnya. Entah siapa yang pertama kali menyebarkannya, tapi yang pasti bukan dari Mbak Wine sendiri, karena dalam bagian terakhir sms itu diberikan sumber beritanya dari salah satu koran terkenal edisi 31 Oktober 2008 yang berjudul Pemecatan Perawat Berjilbab Diminta Dicabut.
Saat hampir di seluruh negara-negara di belahan bumi ini mulai menghilangkan diskriminasi terhadap wanita muslim berjilbab, bahkan dalam even pertandingan/perlombaan olahraga tingkat internasionalpun sudah tidak mempermasalahkan atlet berjilbab, sungguh ironis di tanah air kita masih terdapat perlakuan diskriminasi terhadap kaum perempuan muslim ini. Saya jadi teringat di awal-awal tahun 1990an, di mana kasus-kasus seperti ini masih marak terjadi di tanah air ini. Setelah berjuang berat dan sekuat mungkin dmuslimah di negeri ini akhirnya bisa bernapas lega, karena pelarangan-pelarangan tersebut sudah mulai hilang dan sudah diatur dalam undang-undang negara ini. Maka sangat disesalkan ternyata kasus ini masih ada di negeri ini, dengan tanpa tanpa bermaksud menyinggung SARA maupun mendiskreditkan umat tertentu. Marilah kita hilangkan diskriminasi seperti ini tidak hanya untuk kaum minoritas tapi juga untuk kaum mayoritas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar